Lagi-Lagi Hoax Transmart Carrefour Mengecoh Banyak Netizen

 tentu tidak ada hal yang paling indah seindah berbelanja dan gratisan bukan Lagi-Lagi Hoax Transmart Carrefour Mengecoh Banyak NetizenApakah Anda termasuk korban hoax Transmart Carrefour yang bagi-bagi Voucher belanja 5 juta, Mak? Sebagai emak-amak, tentu tidak ada hal yang paling indah seindah berbelanja dan gratisan bukan? Maka ketika beberapa rekan membagikan sebuah link dengan iming-iming masih tersedia sejumlah voucher belanja lagi tentu menciptakan saya sebagai Emak-emak normal juga tergiur. Apalagi ketika mengetahui bahwa teman-teman yang membagikan link tersebut cukup sanggup dipercaya. Maka tak pikir panjang pribadi saja saya klik link tersebut.


Ternyata di sana terdapat banyak perintah seakan sedang mengikuti kuis untuk menjawab dengan cepat. Beberapa pertanyaan seolah benar-benar layaknya sebuah kuis keluar dari website hingga hasilnya muncul aneka macam survey. Membuat saya semakin curiga jikalau saya sedang dimanfaatkan. Sampai hampir seluruh tab di layar laptop ialah link-link lanjutan dari pertanyaan-pertanyaan yang saya jawab. Mulai dari survey hingga tautan untuk mendaftar keanggotaan beberapa website.


Rasa curiga semakin besar hingga hasilnya saya sadar bahwa saya telah menjadi satu dari sekian banyak netizen yang dimanfaatkan. Pastinya oleh publisher yang sedang mengejar laba sebanyak-banyaknya. Tentu dengan mendapat banyak pendaftar di website tertentu, mendapat banyak Like di website tertentu dan tentunya banyak share di aneka macam media sosial.


Biar Tidak Tergiur Gratisan Baca: Bingung Mengatur Pemasukan? Yuk Cermat Mengatur Uang Bulanan!


Ah, sial! Pikir saya akhirnya. Rasanya membuang waktu dan kuota internet untuk hal yang saya rasa tidak keuntungannya itu ialah sesuatu yang bodoh. Masa Emak Super bisa-bisanya dimanfaatkan? sanggup menjadi korban para oknum publisher yang memanfaatkan kelemahan para emak di Indonesia. Akhirnya saya tutup semua tab dan segera kembali mengerjakan kiprah yang seharusnya tidak saya tinggalkan alasannya hoax yang tidak penting ini. Tidak lupa untuk segera menghapus link hoax tersebut dari timeline saya. Berharap supaya tidak ada sahabat lain yang menjadi korban.


Gayungpun bersambut, ramainya para netizen yang membagikan hoax ini hasilnya terjawab sudah. PT.Trans Retail Indonesia menunjukkan pernyataan resmi bahwa mereka tidak pernah mengadakan survey dengan hadiah voucher. Tidak oleh Transmart Carrefour ataupun korelasi yang mengatasnamakan Carrefour Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Corporate Communication General Manager PT.Trans Retail Indonesia Satria Hamid, Pernyataan ini disampaikan dalam keterangan tertulis hari ini, Minggu 13 Maret 2016.


Bahkan pihaknya menunjukkan info mengenai account resmi yang dimiliki Carrefour Indonesia mulai dari Fanpage Facebook, Twitter, dan juga Instagram. Jika diluar dari account tersebut sebaiknya diabaikan. termasuk Hoax  yang beredar ramai di kalangan Netizen sabtu 12 Maret 2016 kemarin. Pihaknya juga meminta info yang ia bagikan melalui account facebook resmi Carrefour Indonesia untuk dibagikan supaya tidak ada lagi yang menjadi korban.


Baca: Begini Caranya Belanja Hemat di Supermarket


Berkaca pada masalah ini, dan kasus-kasus lain sejenisnya sebaiknya kita lebih hati-hati. Jangan gampang tergiur dengan gratisan, hadiah, atau bahkan penawaran menggiurkan lainnya. Sebelum ikut serta meng-klik apalagi membagikan hoax tersebut alangkah baiknya memastikan terlebih dahulu dengan mengecek pribadi pada account resmi perusahaan yang bersangkutan. Apabila tersedia sanggup pribadi menghubungi akun resmi pihak tersebut untuk memastikannya.


Kasus ini dikala ini sudah ditindaklanjut dengan pelaporan pada pihak berwajib dan pihak terkait yang turut serta dilibatkan dalam hoax Transmart Carrefour ini. Bagi para pelaku semoga ini juga sanggup menjadi peringatan supaya mereka tidak mengulangi hal-hal semacam ini lagi hanya untuk meraup keuntungan.  Terutama para oknum publisher yang seringkali memanfaatkan para netizen untuk mendapat like, share, dll yang mereka butuhkan untuk meraih laba sebesar-besarnya. Ada banyak cara yang lebih bermanfaat untuk mendapat laba tanpa harus memanfaatkan kelemahan para Netizen emak-emak bukan?


Baca juga: Tips Berbelanja Hemat Tanpa Membuat Kantong Bolong